“I
will follow and catch you up later in the heaven”. Itulah kalimat yang
diucapkan Julia, seorang ibu dengan rambut pirang didepan peti mayat anaknya.
Ditaruhnya sebuah alquran diatas peti mati anak tersayangnya yang meninggal
tiga hari yang lalu karena tertabrak kereta api.
Hati
Julia tidak tenang, jiwanya terus memberontak dan bertanya, kenapa anak sekecil
itu yang mati duluan, kenapa bukan dia yang mati. Hari-harinya berlalu tanpa
ada semangat dalam hidupnya, hingga dia bertemu dengan Muhammad, seorang sopir
taksi yang biasa berlalu lalang disekitar kota Wollongong untuk mengantarkan
penumpang demi menghidupi keluarganya.
Pertemuan
Julia dan Muhammad berawal di sebuah stasiun ketika Julia melambaikan tangan
kearah taksi yang dikendarai oleh Muhammad. Muhammad lalu menghampiri Julia dan
membukakan pintu seperti biasa dia melayani calon penumpangnya. Julia sedikit
kaget dengan penampilan Muhammad yang berjenggot lebat, seraya dia bertanya
“Are you Moslem?”, Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang tidak biasa
dilontarkan oleh calon penumpang taksi, karena dengan berbagai kejadian yang
menimpa kebanyakan muslim dinegeri yang bukan muslim, sehingga Muhammad sedikit
tersinggung dan kaget, Ia pun balik bertanya “yes I am, and why did u ask
me?”. Mengetahui sopir taksi yang
ditanyai sedikit tersinggung, Juliapun tersenyum dan bilang “Could you help me
please?” Muhammad pun menjadi terheran dengan calon penumpangnya tersebut.
Tetapi sebelum dia sempat bertanya, Julia meneruskan pertanyaannya, “My
daughter passed away five days ago, she had crashed by the train, and I can’t
forget it, I believe it is destiny, I believe in Alloh. Please give me advise
that it can kill my broken heart”. “Are you moslem?” Muhammad balik bertanya.
“No, I am not a moslem, but I believe it is destiny and I believe Alloh”. Jawab
Julia. Muhammad bingung, ia hanya
memandangi wanita yang tengah menangis dan mengiba tersebut. “ok, let sit in my
taxi, we chat inside”. Kata Muhammad sambil mempersilahkan Julia memasuki
taksinya. Dalam perjalanan Muhammad bertanya kepada Julia, bagaimana dia bisa
percaya takdir dan juga Alloh SWT.
Juliapun menjelaskan, bahwa suami pertamanya adalah seorang muslim
berkebangsaan Tunisia, namun suaminya pergi kembali ke Tunisia dan tidak
kembali, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menikah lagi dengan Lorrice,
seorang warga Australia yang beragama nasrani, dan mereka dianugerahi seorang anak
perempuan yang akhirnya meninggal tertabrak kereta api di sebuah stasiun kereta
api di daerah NSW. Muhammad lalu menjelaskan kepada Julia, bahwa semua yang ada
didunia ini adalah milik Alloh SWT dan kelak akan kembali kepada Alloh SWT. Dia
juga menjelaskan bahwa anak yang meninggal ketika belum baligh, maka dia akan
masuk surga seperti yang Alloh janjikan. Julia menangis mendengar penjelasan
itu. “could I met her in the heaven next?” tanya Julia. “ World and Heaven are
Alloh’s have, you can enter the heaven and meet your daughter if you convert to Islam and practice all of what
Alloh order to mankinds” kata Muhammad. “Could you explain to me about Islam?”
Tanya Julia. “I can, but if you don’t mind, you can meet my brother, and he
will explain to you more about Islam” jawab Muhammad. “ok, I will come, please
call me as soon as possible when he could” jawab Julia. “Insyaalloh” jawab
Muhammad.
Pertemuan
itupun terjadi, Muhammad mengajak Syah Jamil , penceramah dari Essence of Life,
kelompok pengajian di daerah Illawara yang biasa dilakukan di Omar Mosque dan
Essence life center di daerah Wollongong NSW. Syekh Jamil bercerita dan
menjelaskan tentang Islam dan mengapa hanya Islam agama yang benar, hingga hari
itu juga Julia dan Lorrice memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat di
dalam Omar Mosque.
Air
mata Julia pun menetes dipipinya, “I
never felt like this time, now I am a moslem and I do sure that I will follow
and catch up my daughter later in the heaven”, kemudian ia memeluk lorrice
suaminya. Suasanapun semakin mengharukan dengan para jamaah yang mengucapkan
selamat dan doa untuk keduanya. Alloohuakbar…
Redi
Bintarto
Wollongong,
NSW
Tidak ada komentar:
Posting Komentar