Kamis, 08 Maret 2012

Penyakit, taubat dan Akhlak

Banyak orang salah menilai tentang apa yang terjadi pada dirinya, banyak orang pula tertipu dengan teknologi dan ke"modern"an, dimana hanya orang yang punya predikat dokter yang sanggup mengobati segala macam penyakit yang dideritanya. Tanpa mereka berfikir "siapa" yang memberi sakit dan mengijinkan sakit itu masuk ke dalam tubuhnya. Padahal Alloh SWT telah berfirman dalam Q.S. 36:82, "Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia".
Artinya apabila Alloh SWT menghendaki sembuh, maka sembuhlah segala macam penyakit. Karena itu adalah hal yang teramat mudah BagiNya.

Untuk itu ada benarnya apa yang terjadi pada beberapa pasien Ustadz Danu, Dimana kebaikan Akhlak dan Pertaubatan menjadi hal yang utama dalam proses penyembuhan segala penyakit.
untuk itu ada beberapa hal yang mungkin bisa kita buat untuk instropeksi diri, tentang apa yang telah kita perbuat. Yang intinya, Alloh memberikan segala sakit atau ujian itu adalah supaya membuat diri kita ingat dan menjadi lebih baik dan lebih dekat kepada Alloh SWT.
Saudaraku semuanya, inilah beberapa penyakit yang sering dialami, namun semua itu Insyaalloh bisa disembuhkan berdasarkan ilmu dan pengalaman dari ustad Danu, mudah-mudahan bermanfaat.


1. Hernia Pada Bayi/Anak Kecil
Dibawah perut ada lubang kecil, salah satunya ada yang sobek. Ini terjadi biasanya karena orang tua (salah satu dari suami/isteri) punya keinginan yang kuat/keras kepala/kaku. Hernia ini mudah sembuh sebab elastis.
Solusinya :
  • bayi ditidurkan pada posisi terlentang
  • minta kesembuhan & ampunan pada Allah
  • memperbanyak sholat tahajud (dengan tidak meninggalkan sholat wajib)

2. Tidak Bisa Jalan karena Lutut Kiri Bengkak & Tangan Kanan Bagian Atas Sakit (cekot2…bhs jawanya)
Untuk lutut kiri, biasanya berhubungan dengan pekerjaan di rumah yang ingin dilakukan, tapi takut menyatakan dengan terus terang. Untuk tangan kanan yang sakit, biasanya jika menyuruh orang (baik itu pada keluarga sendiri/orang lain) untuk melakukan suatu pekerjaan sering dengan emosi/marah.
Solusinya :
  • mohon ampunan banyak-banyak pada Allah
  • berjanji merubah tabiat/perilaku
  • tidak meninggalkan sholat wajib, + sholat tahajut

3. Gatal-gatal
Lymphanya tidak bagus. Biasanya problem ini akan muncul karena keinginan yang sangat kuat khususnya dalam situasi rumah tangga/keluarga.
Solusinya:
  • banyak-banyak istighfar, dan mengubah sikap
  • tidak meninggalkan sholat wajib

4. Gondok
Biasanya ini keinginan bicara yang “ingin menang sendiri”, tapi karena takut bicara, maka kelenjar thyroid membengkak.
Solusinya:
  • banyak-banyak mohon ampun/istighfar pada Allah
  • sholat wajib tidak boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud
  • mohon kesembuhan dari Allah

5. Kanker Rahim (stadium 3)
(jika bermasalah dengan hal yang berhubungan dengan “rahim/indung telur” biasanya ini menyangkut masalah terhadap orangtua, khususnya dengan IBU). Untuk kanker rahim ini, biasanya muncul karena keseringan emosi/suka marah2/jengkel khususnya pada keluarga (anak2/suami/isteri/ibu kandung), namun disimpan saja.
Solusinya :
  • minta maaf pada orang-orang yang disakiti
  • belajar untuk tidak marah-marah
  • bertobat pada Allah & mohon kesembuhannya
  • sholat wajib & tahajud.

6. Kelainan Jantung.
Klep-nya bocor/terbuka. Biasanya ini dikarenakan sering menyimpan “emosi” yang kuat.
Solusinya : seperti pada no. 4

7. Sakit Kuning
Ini empedunya bermasalah. Biasanya karena terlalu banyak ngomong sehingga cenderung menyakiti orang lain.
Solusinya : seperti pada no. 4

8. Sakit Lever
Biasanya punya dendam yang masih tersimpan.
Solusinya :
  • hilangkan dendam terlebih dahulu
  • memaafkan orang yg dianggap bersalah
  • solusi pada no.4

9. Pengapuran di Tulang Belakang & Kaki Kiri Bawah Lutut & Pinggang Sakit
Biasanya sering marah-marah/jengkel yang disimpan dan sering berobat ke dukun/paranormal.
Solusinya :
  • harus mengubah sikap
  • kalau marah-marah harus segera istighfar, dan sebaliknya memaafkan orang-orang yang menjengkelkan/membuatnya marah
  • solusi no.4

10. Sakit Ginjal (sudah 10 tahun)
Biasanya ini sering marah-marah pada isteri/suami/keluarga
Solusinya : solusi no. 4

11. Keluar Darah dari Hidung (Baik ini dikarenakan oleh polip maupun tumor)
Biasanya ini berhubungan dengan “emosi” yang berkenaan dengan lingkungan (penciuman), misalnya karena tidak menyukai sesuatu, maka emosi.
Solusinya : solusi no. 4

12. Pusing/Migraine yang Hebat
Biasanya punya pikiran banyak dan sering su’udzon (negative thinking).
Solusinya : solusi no. 4

13. Komplikasi.
(asam lambung tinggi, hati gelisah susah tidur sehingga harus menggunakan obat tidur). Biasanya karena banyak masalah, misalnya memikirkan anak-anak, kangen dengan anak yang jauh, dsb.
Solusinya :
  • banyak-banyak bersyukur pada Allah
  • minta maaf pada semuanya (keluarga & orang lain yang disakiti)
  • solusi no.4

14. Herpes (di pinggang setengah lingkar sebelah kiri) & Ginjal Sebelah Kiri Ada Kista
Secara kedokteran memang penyebab Herpes adalah virus. Namun ini berhubungan dengan permasalahan dalam keluarga. Dalam “cara melihat” permasalahan dalam keluarga, disikapi dengan kejengkelan/kekecewaan/amarah yang dipendam, dan terus menerus.
Solusinya :
  • belajar memahami masalah, dimusyawarahkan
  • solusi no.4

15. Bau Mulut.
Penyebabnya, jarang bicara. Jadi bakteri dalam mulut terus bekerja, sedang Oksigen tidak leluasa bekerja dengan baik. Biasanya mempunyai sifat yang bicaranya tidak enak/suka bikin tersinggung/menyakiti/asbun.
Solusinya : banyak-banyak istighfar & solusi no. 4

16. Bau Badan.
Biasanya orang ini gampang tersinggung, kalau dinasihati langsung “nyerang”, dan malas!
Solusinya :
  • jangan malas untuk mandi/membersihkan diri.
  • solusi no.4

17. Benjolan di Leher (sebesar telur puyuh, dan sudah 6tahun); Mata Rabun; Ada benjolan di kemaluan.
Biasanya jarang bicara, tapi sekali bicara pedas. Ketika dulu, kalau ada kata/perlakuan yang tidak baik, disimpan saja, sehingga kelenjar thyroid membesar yang akhirnya menjadi benjolan besar.
Solusinya :
  • segala sesuatu harus disikapi dengan sabar
  • sifat yg takut bicara harus dirubah, ajak musyawarah
  • jangan merasa paling benar
  • hrs lemah lembut
  • solusi no.4 
Selamat Mencoba 
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Jazakumulloh..


Kamis, 23 Februari 2012

Khutbah terakhir Rosululloh SAW

Sabda Rasulullah sal-lallahu ‘alaihi wasal-lam, iaitu wasiat terakhirnya semasa memberi khutbah (bukan membaca khutbah) kepada sahabah sahabah dan pengikutnya, pada 9hb. Zulhijjah Tahun 10 Hijriah di Lembah Uranah, Gunung Arafah.
Wahai manusia, dengarlah baik baik apa yang hendak ku katakan. Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Wahai Maanusia, sapertimana kamu menganggap bulan ini, dan kota ini sebagai suci, maka anggap lah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang di amanah kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Jangan lah sakiti sesiapa pun, agar orang lain tidak menyakiti kamu pula.Ingatlah bahawa sesungguh nya kamu akan menemui Tuhan kamu, dan dia pasti membuat perhitungan di atas segala amalan kamu.
Allah telah mengharamkan riba’, oleh itu segala urusan yang melibatkan riba’ di batalkan mulai sekarang. Berwaspada lah terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara perkara besar, maka berjaga jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara perkara kecil.
Wahai manusia , sebagaimana kamu mempunyai hak atas para isteri kamu, mereka juga mempunyai hak di atas kamu.Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka ke atas kamu, maka mereka juga berhak untuk di beri makan dan pakaian dalam suasana kasih sayang.Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia.
Dan hak kamu ata mereka ialah mereka samasekali tidak bole memasukkan orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumah kamu dan di larang melakukan zina. Wahai maanusia dengarlaj bersungguh sungguh katakata ku ini,sembahlah ALLAH, dirikan sembahyang lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadhan,dan tunaikan zakat dan harta kekayaan kamu, kerjakan ibadah Haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahawa setiap Mulim adalah saudara kepada Muslim yang lain.
Kamu semua adalah sama, tidak saorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan Beramal Solleh.Ingatlah, bahawa kamu akan mengadap ALLAH pada suatu hari untuk di pertanggungjawabkan di atas segala apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu, awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku. Wahai maanusia, tidak ada lagi Nabi dan Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Olh itu wahai maanusia, nilailah dngan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah di sampaikan kepada kamu.
Sesunguhnya, aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikut kedua keduanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. itulah Al-Quran dan Sunnahku. hendaklah orangorang yang mendengar ucapanku, menyampaikannya kepada orang lain, dan hendaklah orang lain itu menyampaikan pula kepada yang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata kataku dari mereka yang mendengar terus dari ku.Saksikan ya-ALLAH, bahawasanya telah aku sampaikan risalah MU kepada hamba hamba MU.

Kamis, 16 Februari 2012

Aku akan Menyusulmu disorga kelak anakku


“I will follow and catch you up later in the heaven”. Itulah kalimat yang diucapkan Julia, seorang ibu dengan rambut pirang didepan peti mayat anaknya. Ditaruhnya sebuah alquran diatas peti mati anak tersayangnya yang meninggal tiga hari yang lalu karena tertabrak kereta api.
Hati Julia tidak tenang, jiwanya terus memberontak dan bertanya, kenapa anak sekecil itu yang mati duluan, kenapa bukan dia yang mati. Hari-harinya berlalu tanpa ada semangat dalam hidupnya, hingga dia bertemu dengan Muhammad, seorang sopir taksi yang biasa berlalu lalang disekitar kota Wollongong untuk mengantarkan penumpang demi menghidupi keluarganya.
Pertemuan Julia dan Muhammad berawal di sebuah stasiun ketika Julia melambaikan tangan kearah taksi yang dikendarai oleh Muhammad. Muhammad lalu menghampiri Julia dan membukakan pintu seperti biasa dia melayani calon penumpangnya. Julia sedikit kaget dengan penampilan Muhammad yang berjenggot lebat, seraya dia bertanya “Are you Moslem?”, Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang tidak biasa dilontarkan oleh calon penumpang taksi, karena dengan berbagai kejadian yang menimpa kebanyakan muslim dinegeri yang bukan muslim, sehingga Muhammad sedikit tersinggung dan kaget, Ia pun balik bertanya “yes I am, and why did u ask me?”.  Mengetahui sopir taksi yang ditanyai sedikit tersinggung, Juliapun tersenyum dan bilang “Could you help me please?” Muhammad pun menjadi terheran dengan calon penumpangnya tersebut. Tetapi sebelum dia sempat bertanya, Julia meneruskan pertanyaannya, “My daughter passed away five days ago, she had crashed by the train, and I can’t forget it, I believe it is destiny, I believe in Alloh. Please give me advise that it can kill my broken heart”. “Are you moslem?” Muhammad balik bertanya. “No, I am not a moslem, but I believe it is destiny and I believe Alloh”. Jawab Julia.  Muhammad bingung, ia hanya memandangi wanita yang tengah menangis dan mengiba tersebut. “ok, let sit in my taxi, we chat inside”. Kata Muhammad sambil mempersilahkan Julia memasuki taksinya. Dalam perjalanan Muhammad bertanya kepada Julia, bagaimana dia bisa percaya takdir dan juga  Alloh SWT. Juliapun menjelaskan, bahwa suami pertamanya adalah seorang muslim berkebangsaan Tunisia, namun suaminya pergi kembali ke Tunisia dan tidak kembali, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menikah lagi dengan Lorrice, seorang warga Australia yang beragama nasrani, dan mereka dianugerahi seorang anak perempuan yang akhirnya meninggal tertabrak kereta api di sebuah stasiun kereta api di daerah NSW. Muhammad lalu menjelaskan kepada Julia, bahwa semua yang ada didunia ini adalah milik Alloh SWT dan kelak akan kembali kepada Alloh SWT. Dia juga menjelaskan bahwa anak yang meninggal ketika belum baligh, maka dia akan masuk surga seperti yang Alloh janjikan. Julia menangis mendengar penjelasan itu. “could I met her in the heaven next?” tanya Julia. “ World and Heaven are Alloh’s have, you can enter the heaven and meet your daughter if you  convert to Islam and practice all of what Alloh order to mankinds” kata Muhammad. “Could you explain to me about Islam?” Tanya Julia. “I can, but if you don’t mind, you can meet my brother, and he will explain to you more about Islam” jawab Muhammad. “ok, I will come, please call me as soon as possible when he could” jawab Julia. “Insyaalloh” jawab Muhammad.
Pertemuan itupun terjadi, Muhammad mengajak Syah Jamil , penceramah dari Essence of Life, kelompok pengajian di daerah Illawara yang biasa dilakukan di Omar Mosque dan Essence life center di daerah Wollongong NSW. Syekh Jamil bercerita dan menjelaskan tentang Islam dan mengapa hanya Islam agama yang benar, hingga hari itu juga Julia dan Lorrice memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat di dalam Omar Mosque.
Air mata Julia pun  menetes dipipinya, “I never felt like this time, now I am a moslem and I do sure that I will follow and catch up my daughter later in the heaven”, kemudian ia memeluk lorrice suaminya. Suasanapun semakin mengharukan dengan para jamaah yang mengucapkan selamat dan doa untuk keduanya. Alloohuakbar…


Redi Bintarto
Wollongong, NSW

Selasa, 14 Februari 2012

Kutitip Dia Yaa Alloh..

Suara adzan Isya’ yang terdengar pelan dari salon komputer sang Ayah membuat Rafi, anak yang masih berusia dua tahun itu mengingatkan Ayahnya. “Ayah, waktunya sholat ya...?” dengan polosnya Ia bertanya pada sang Ayah yang sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah di depan komputer. “Iya sayang, Ayah mau berwudlu dulu ya...” jawab sang Ayah dengan tersenyum. “Ayah mau ke mana?” Tanya sang Anak lagi. “Ayah mau sholat ke masjid” jawab sang Ayah. “Rafi ikut” jawab sang Anak dengan mengiba. “Sayang, di luar sangat dingin, mas Rafi di rumah saja ya sama Bunda,” jawab sang Ayah. “Rafi ikut Ayah...” jawab sang Anak dengan mata yang berkaca-kaca...
Sang Ayah memandangi anaknya dengan iba, dia berusaha meyakinkan anaknya yang masih kecil tersebut. Tetapi semakin diyakinkan, si Anak semakin menangis menjadi, karena memang hanya satu keinginan sang Anak, yaitu mengikuti Ayahnya sholat ke masjid. Dilihatnya sang Istri sudah tertidur sangat nyenyak, mungkin karena pekerjaan hari ini yang melelahkan dan kebetulan memang sedang berhalangan untuk sholat.
“Baiklah, mas Rafi ikut Ayah ke masjid, tetapi nanti mas Rafi ikut sholat dan tidak mengganggu yang lain ya...” pesan Ayah tersebut kepada anaknya. Rafi kecil mengangguk, rupanya janji itu telah mengganti kesedihan yang menyelimutinya, dengan kebahagiaan yang tak terkira dihatinya nan tulus itu. Kemudian Sang Ayah menuntun anaknya yang masih kecil untuk berwudlu dan menggunakan baju Muslim yang kemudian mereka berdua berangkat ke masjid bersama-sama.
Hawa dingin kota Wollongong menyelimuti perjalanan mereka. “Mas Rafi kedinginan?” Tanya sang Ayah. Si Rafi kecil mengangguk. “Sini Ayah gendong biar hangat” kata sang ayah. Kemudian mereka berdua berjalan memasuki Omar Mosque yang telah ramai dengan jamaah.
Selagi menanti iqomat berkumandang, Si Rafi kecil tetap berada di dekapan sang Ayah. Namun tak berapa lama ia tertidur, mungkin karena lelah ataupun memang sudah malam bagi dia untuk masih terjaga. Karena sholat Isya di kota Wollongong NSW saat itu tepat berada di pukul 20:40 PM.
Sang Ayah mulai bingung. Ia gelisah, jangan-jangan si Rafi kecil nanti terbangun dan menangis di saat sholat sedang berlangsung, “Apakah saya harus terus mengikuti sholat berjamaah, atau pulang...” tanyanya dalam hati. Masih ditengah kebimbangan itu, tiba-tiba Syeh Abdurrahman memasuki masjid dan berkata, “Brother, why do you bring your child here!? He is still too young. Its very cold outside.” Katanya menasehati. Memang Syekh Abdurrahman sangat ketat sekali terhadap anak kecil yang bisa mengganggu kekhusyukan sholat. Berkali-kali beliau mengingatkan untuk tidak membawa anak kecil terutama anak yang masih sulit untuk diberi pengertian. Sudah banyak jamaah yang diingatkan karena kejadian anaknya yang mengganggu sholat.
“Syekh, should I go home now?” Tanya sang Ayah. Syeh Abdurrahman memandangi si Anak yang sudah terlelap tidur dipangkuan Ayahnya dengan iba. “If you think that he will not crying when we are praying, you can pray at the corner and take it beside you,” jawab Syeh Abdurrahman yang tak berapa lama Iqomatpun dikumandangkan oleh Muadzin.
Sang Ayah masih menggendong Rafi kecil di ruangan masjid bagian belakang. Ia ragu untuk meneruskan sholat berjamaah, karena malam semakin dingin, Ia takut anaknya nanti terbangun dan menangis, sehingga akan mengganggu jamaah yang lain. “Yaa Alloh..., kalau engkau menghendaki aku pulang dan tidak mengikuti sholat berjamaah, aku akan pulang sekarang, tetapi, kalau engkau masih mengizinkan aku untuk mengikuti sholat berjamaah bersama yang lain, hamba mohon, kuatkan anak kami sehingga saya bisa mengikuti sholat berjamaah dengan tenang...” doanya dalam hati.
“Brother, oh your son is sleeping..., its very cold outside...” kata Ahmad Fathi Salah yang baru tiba dan tiba-tiba menghampirinya, Ahmad adalah seorang sahabat, International student yang berasal dari Libya. “I think Its better for me to pray in my house,” jawab sang Ayah. “No...!, you can pray together with us,” jawab Ahmad. Ahmad kemudian melepas jaket kulitnya dan memberikan pada Ayah Rafi. “Use it to warm up your son.” Jawabnya. “Brother come here, you can pray here,” katanya kemudian sembari memberikan sebuah tempat untuk sholat dan tempat berbaring si Anak.
Mulanya ragu-ragu, tetapi Sang Ayah kemudian membaringkan si Anak tepat di sebelahnya dan kemudian menyelimuti dengan jaket kulit milik sahabatnya itu. “Yaa Alloh kutitipkan dia padaMu, jangan bangunkan dia sebelum sholat isya’ ini berakhir, Aamiin...” doa sang Ayah sebelum memulai sholat.
Sholatpun kemudian dimulai dan sang anak tetap terlelap dalam tidurnya. Dan... Alhamdulillah.., hingga rokaat ke empat berakhir, tak ada suara dari si Rafi kecil, dan begitu salam tanda sholat berakhir, Anak kecil itu bergerak-gerak, ia membuka matanya dan.. “Ayah, di mana kita...?” tanyanya dengan polos. “Kita di masjid sayang, tuh sholat barusan selesai,” kata Ayahnya dengan tersenyum.
Terucap syukur dalam hati sang ayah, “Terima kasih Yaa Alloh... telah Engkau bukakan pintu-pintu RahmatMu kepada hamba, Engkau beri hamba kesempatan untuk menikmati indahnya sholat berjamaah di rumahMu. Alhamdulillah...”
“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah [9] : 18)
Subhanalloh...
Redi Bintarto
r_bintarto@yahoo.com
Wollongong NSW