Senin, 21 Mei 2018

Membagi Ilmu di Yuk Ngaji dengan Rafi...



Alhamdulillah, telah dapat Membagi ilmu tentang negeri kangguru dengan ditemani si Junior Rafi....
https://www.instagram.com/stories/yukngajimlg/

Buka Bersama dengan BEM Teknik UB



Alhamdulillah acara buka bersama di tahun ini dimulai dengan Mahasiswa BEM FT UB.
Semoga menjadi ramadhan yang barokah... Aminnn

Senin, 16 Maret 2015

Indahnya Islam


Lama sekali aku menunggu bus kearah Wollongong station. memang untuk bus yang memiliki rute ke setasiun tidaklah banyak. aku pandangi wajah anakku yang berbinar-binar karena ingin melihat pemandangan di kota sydney. memang hari itu ada undangan dari teman di lakemba. Ust. Zulkarnain dan Abu zaid yang mengundang kami untuk datang kerumahnya, sekaligus belanja makanan halal. ternyata hari itu bertepatan denganboxing day, dimana semua harga diturunkan dari 50-70%. maka bisa dibayangkan betapa berjubalnya warga yang ingin memborong barang.
Dari kejauhan terlihat kereta jurusan sydney telah tiba, kamipun memasuki pintu dengan segera. namun setelah sampai i dalam kereta, kami mencoba mencari tempat duduk kosong, namun tidak kami temukan satupun. kami berjalan dari gerbong satu ke gerbong lainnya.dengan menggendong anakku dan berjalan dibelakang istriku yang membawa tas kami berusaha untuk melewati lorong-lorong kereta, hingga tiga kali kami menyusuri gerbong demi gerbong, akhirnya kamipun menyerah. dan memutuskan untuk berdiri saja diantara tempat duduk. Istriku tampak kelelahan, kulihat anakku juga tidak merasa nyaman, namun apa boleh buat karena memang semua kursi sudah penuh. " Yaa Alloh, Kuatkan dan berilah kami kesabaran" doaku. Namun tidak berapa lama seseorang menepuk pundakku dari belakang "brother, assalamu'alaikum, please, you sit to my chairs" sambil tangannya memepersilahkan kami duduk di kursinya bersama temannya yang isinya dua orang. "Wa'alaikumsalam, thank you brothers, jazakallahu" kataku. "alhamdulillah, batinku merasa senang. aku kemudian mencoba bertanya " why do you give us your seat?" "because you are moslem Aren't you. we are brother..? I hope Alloh give us mercy. " mashaaAllohh.. ternyata indah sekali persaudaraan dalam Islam ini.

"Dan Tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertaqwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh amat berat siksanya" Q.S Al Maidah :2.

Rabu, 16 April 2014

Mutiara yang Terserak





 “Ayah, apakah makna kebahagiaan…?”, tanya rafi, seorang anak umur 4 tahun  yang mencoba memahami cerita dan nasehat sang ayah dengan kemampuannya, yang pada saat itu sedang bercerita tentang temannya yang telah sukses dalam berbisnis dan hidup bahagia bersama keluarganya. Sang ayah sedikit mengernyitkan dahi dan mencoba mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan anaknya yang masih kecil tersebut. “Rafi, kebahagiaan adalah sesuatu yang sulit untuk dilihat, tetapi dapat dirasakan, tidak hanya untuk orang kaya dan berada namun untuk semua orang yang mempunyai rasa syukur dihatinya”. Jawab sang ayah dengan bijak. “lalu syukur itu apa ayah…?” tanya rafi kecil penasaran. “syukur itu, klo kita diberi sesuatu oleh Tuhan Yang Maha Esa maka kita harus berterima kasih kepada Tuhan. Kita mengucap hamdalah, lalu kita gunakan sesutu itu dengan baik dan benar, misalnya untuk menolong saudara, membantu teman dan sebagainya”. Jawab sang ayah mencoba menjelaskan secara ringan. “ooo… gitu ya yah” jawab rafi kecil. Rafi lalu mengangguk-angguk tanda setuju dengan jawaban sang ayah seakan mengerti. Rafipun lalu melanjutkan bertanya kepada sang ayah dengan pertanyaan-pertanyaan ringan sambil menikmati pemandangan disekitar pantai Nusa Dua Bali. Jam tangan sang ayah menunjukkan pukul 10 malam, lalu sang ayah mengajak anaknya tersebut untuk memasuki salah satu kamar di The pirates bay.  
Pagipun menjelang, ayah, bunda dan rafi kemudian tidak menyia-nyiakan waktunya untuk menikmati indahnya pemandangan pagi di pantai Nusa Dua Bali. Merekapun tidak melewatkan berjalan-jalan disekitar The Bay Bali. Sesekali rafi bertanya kepada sang ayah tentang keadaan sekitar, tentang perilaku orang yang ditemui dan barang-barang yang ia lihat sepanjang perjalanan.
“Oleh-oleh…..oleh-oleh, mainan untuk anaknya den..” Seorang nenek berjalan mengikuti keluarga kecil tersebut dengan menyodorkan mainan anak-anak yang terbuat dari kertas. Mainan itu kelihatan menarik rafi yang dengan penasaran, hingga pandangannya tidak sedetikpun terlepas dari mainan tersebut. Hingga dia tidak menyadari bahwa didepannya ada sebuah gundukan pasir yang secara tidak sengaja membuatnya tersandung dan jatuh. Maka seketikapun rafi menangis kesakitan karena terjatuh akibat tersandung gundukan pasir. Sang ayah dan bunda mencoba menenangkan si rafi kecil, tetapi menangisnya semakin kencang, hingga membuat nenek tua penjual mainan itu kemudian merasa iba dan memberikan satu mainan kertas tersebut kepada rafi kecil. “sudah nek, tidak usah, sebentar lagi juga rafi kecil akan diam”. Sang ayah mencoba melarang sang nenek penjual memberikan mainannya. “tidak apa-apa nak, ini saya berikan, tidak usah bayar, supaya dia senang dan berhenti menangis” jawab nenek penjual mainan itu.
Secara tidak diduga, rafi kecil seketika berhenti menangis, sambil memegangi mainan kertas pemberian sang nenek tua tersebut. Ia mulai memandangi mainan tersebut hingga ia lupa akan rasa sakit dikakinya yang ia rasakan karena tersandung gundukan pasir tersebut.
Sang ayah tertegun akan kejadian itu, ia tak menyangka sang nenek penjual mainan kertas akan memberikan barang dagangannya hanya untuk menyenangkan anak kecil yang menangis kesakitan. Sang ayah kemudian bertanya kepada rafi kecil. “Rafi, apakah engkau senang mendapatkan mainan itu nak?, engkau merasa bahagia mempunyai mainan kertas itu?”. Rafi kecil mengangguk, rupanya mainan yang sederhana itu bisa membuatnya bahagia, bahkan mungkin melebihi ketika dia dibelikan mainan mewah dengan harga yang mahal.
“Astagfirullah, aku lupa, bukankah sang nenek telah memberikan sesuatu yang berharga kepada anakku… aku harus membalasnya sekarang juga” kata sang ayah. Ia kemudian berlari dan mencoba mencari nenek penjual mainan kertas tersebut, kesana kemari ia bertanya kepada penjual yang lain tentang keberadaan sang nenek penjual mainan kertas tersebut. Namun ia tidak dapati, seakan nenek penjual mainan kertas itu hilang ditengah lalu lalang para pengunjung pantai nusa dua bali.
Sang ayah rafi kemudian duduk termenung, ia berusaha menenangkan diri dan mencoba berdoa supaya bisa dipertemukan dengan nenek penjual mainan kertas yang telah memberikan kebahagiaan kepada anaknya.
Dan… “alhamdulillah, itu dia”. Teriak sang ayah. Dikejauhan terlihat seorang Sang nenek penjual mainan kertas terlihat menjajakan dagangannya kepada para pengunjung yang lain. Maka bergegas sang ayah menghampirinya dan mengeluarkan sejumlah uang dan memberikannya kepada sang nenek penjual mainan kertas tersebut. “nek, saya beli mainan kertasnya ya, ini uangnya…” kata  ayah rafi. “den, ini terlalu banyak uangnya, semua barang dagangan saya tidak cukup untuk ditukar dengan uang ini…, lagian untuk apa mainan sebanyak ini untuk anak aden… kata nenek penjual mainan kertas. “nek saya membeli mainan ini bukan untuk saya atau anak saya, tapi untuk nenek, apabila nenek mau, silahkan nenek berikan kepada anak-anak kecil yang nenek ingin beri. Buatlah mainan kertas ini menjadi alat untuk menebarkan kebahagiaan, seperti yang telah nenek lakukan untuk anak saya. Sekaligus saya, istri dan anak saya ingin berterima kasih kepada nenek atas ketulusan yang telah nenek berikan kepada kami, itulah pelajaran berharga bagi kami, lebih-lebih bagi anak kami rafi. Saya tidak bisa membayangkan betapa bahagianya dia ketika menerima mainan kertas tersebut dari nenek, mungkin mainan itu nilai kecil apabila dinilai dengan rupiah, namun ketulusan yang telah nenek berikan, telah membuat ia bagaikan termandikan oleh kasih sayang dan kebahagiaan, sehingga membuat ia terlupa akan rasa sakitnya karena telah tersandung oleh gundukan pasir tadi. Nek, anda telah membagi kebahagiaan itu kepada kami, karena itu ijinkan kami memberikan kebahagiaan kepada nenek, sehingga kamipun bisa merasakan kebahagiaan seperti kebahagiaan yang nenek rasakan saat memberi”. Pinta ayah rafi.
Rafi, ayah dan bunda bagaikan menemukan mutiara yang terserak. Mutiara yang telah membuat mereka bahagia. yaitu mutiara ketulusan, mutiara keikhlasan dan mutiara kasih dan sayang. Yang telah diberikan oleh seorang wanita tua penjual mainan kertas. Ia tidak kaya, iapun juga tidak kelebihan harta untuk bisa dibagi-bagikan kepada orang lain, namun dalam keadaan itu ia tetap ingin berbagi, ingin membahagiakan orang lain. Ia telah mengajarkan arti kebahagiaan yang sederhana, namun sangat penuh dengan makna.


Blog Post ini dibuat dalam rangka untuk mengikuti proyek menulis letter of happiness : share your happines with the bay bali & get discovered
Mei 2014
Redi Bintarto

Kamis, 23 Januari 2014

Menggapai Matahari


Matahari akan ada selalu dilangit, sulit dijangkau, apalagi disentuh. namun bagaimana jika tetapi ternyata matahari dapat disentuh dengan jari sesuai dengan foto diatas.
memang itu hanyalah foto, namun ketika kita memandang itu dengan sudut pandang yang lain, maka itu akan menjadi karya yang luar biasa, sesuatu yang tidak mungkin terjadi menurut akal, akan sangat mungkin apabila Alloh SWT menghendaki itu terjadi.

Sesuatu kegagalan pasti akan membuat kita stress atau tidak bersemangat, tetapi hal ini akan menjadi lain ketika kita memandangnya dengan persepsi yang berbeda. Kita akan selalu dapat mendapatkan yang terbaik, asalkan kita selalu dalam aturan dan SyariatNya.
Mari memandang permasalahan dengan suatu ujian yang pasti akan mampu kita selesaikan dengan pertolonganNya. Amien...


Kamis, 20 Juni 2013

Penjual Gorengan




“Gorengan…gorengan…..” Seorang anak kecil dengan percaya diri menawarkan barang dagangannya yang berupa gorengan dengan bermacam-macam jenisnya. Mulai dari tempe goreng, tahu goreng, pisang goreng, jemblem dan lain sebagainya. Ia kayuh sepeda bututnya memasuki kampus Politeknik Kota Malang dan kemudian ia tengok kekanan dan kekiri mencari kerumunan mahasiswa dengan penuh harap bahwa akan ada beberapa mahasiswa yang akan tertarik untuk membeli gorengan dagangannya hingga habis.
Tak jarang bibirnya tersenyum ketika ia mendapati sekelompok mahasiswa Poltekom yang sedang mengobrol ataupun browsing internet didalam kampus. Secepatnya pula ia dekati kelompok mahasiswa tersebut dan menawarkan gorengan yang ia bawa. Beberapa mahasiswa dan mahasiswipun mulai mengerumuninya dan membeli dagangannya.
Memang karena tidak begitu profesional, terkadang tas plastik yang ia bawa tidak mencukupi untuk bungkus gorengan jualannya. Maka para pembelipun harus rela mencari bungkus sendiri untuk membungkus gorengan yang telah ia beli. Namun itu tidak menjadi masalah bagi para pembeli, bahkan beberapa memberikan komentar dengan candaan “tidak pake bungkus potong harga”. Namun sang penjual cilik tertawa terbahak tanpa tersindir atau marah sedikitpun, seolah tidak ada beban  baginya tentang candaan itu, yang dia pikirkan adalah bagaimana menjual barang dagangannya sampai habis, serta harapan yang indah yang kelak ia dapatkan dari pengalaman hari itu dikemudian hari.
Pemandangan yang sangat indah ini syarat dengan hikmah yang luar biasa. Teringat bagaimana seorang teman yang saat ini sedang menjabat sebagai seorang manager di Sebuah Bank  Nasional sekaligus seorang pengusaha di daerah madiun pernah bercerita bahwa semasa kecil beliau adalah seorang penjual sedotan dan mainan anak-anak yang sedang musim pada saat itu. Dan pengalaman itu yang mengantarkan ia menjadi seorang yang dipercaya oleh orang lain. Pengalaman itu pula yang membuat ia mampu mengatur keuangan, mencari suplier dan pembeli serta mengatur segala aktivitas bisnis yang saat ini sedang ia jalankan.
Teringat pula bagaimana seorang “Mario teguh”, seorang motivator handal yang telah menjadi motivator tingkat internasional ternyata dimulai dari berjualan makanan murah pada saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar.
Jikalau negara indonesia memiliki lima persen saja penduduk yang mempunyai jiwa besar seperti mereka, dan salah satunya menjadi pemimpin di negeri yang kaya ini, maka Indonesia tidak perlu lagi menjadi “boneka” bagi negara-negara barat yang telah menguras kekayaan alam Indonesia. BBM tidak perlu naik, karena memang sebenarnya kekayaan alam adalah milik rakyat. Pemimpin tidak perlu repot mencari kekayaan karena hidupnya telah dijamin oleh negara. Rakyat tidak perlu mengemis karena kebutuhan dasar mereka telah tercukupi dari hasil pengolahan dan pengaturan hasil bumi yang ada.
Maka semangat intrepeneur bagi rakyat Indonesia harus segera dibentuk. Jiwa yang besar, keberanian yang terarah, perjuangan dan pengorbanan rakyat harus dibentuk untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang berdaulat. Tidak hanya berdaulat dalam masalah pangan, tetapi juga ekonomi, energi dan politik.
Sang penjual gorengan cilik adalah seorang motivator handal yang sedang menunjukkan “praktek” berwirausaha terhadap para mahasiswa dan semua yang melihatnya. Ia tidak hanya sekedar guru atau dosen, tetapi dialah yang sebenarnya seorang pendidik, yang sedang memberikan pelajaran hidup dan memulai sebuah bisnis. Ia pula yang menunjukkan kepada semua elemen masyarakat tentang keberadaan laboratorium entrepeneurship yang luar biasa luasnya. Seolah-olah Ia sedang memberikan  nasehat kepada seluruh masyarakat, bahwa untuk menjadi jiwa yang besar, maka harus dimulai dari latihan kecil, kesuksesan besar dimulai dari perjuangan-perjuangan kecil, dan kebahagiaan yang besarpun dimulai dari pengorbanan-pengorbanan yang kecil.
Mari kita lihat bersama, sepuluh atau dua puluh tahun mendatang, akan jadi apa sang intrepeneur, penjual gorengan kecil di Kampus Poltekom ini, tapi yang harus kita yakini, ia akan menjadi orang besar, yang mungkin tidak hanya seorang penjual gorengan, tetapi juga seorang pemilik perusahaan penyedian peralatan pembuat gorengan, yang dapat menghidupi dirinya sendiri, sekaligus juga membantu para saudara, tetangga, masyarakat indonesia bahkan masyarakat dunia. Amien…
Bangkitlah Indonesiaku….!!!

Juni 2013
Redi Bintarto - Poltekom

Kamis, 08 Maret 2012

Penyakit, taubat dan Akhlak

Banyak orang salah menilai tentang apa yang terjadi pada dirinya, banyak orang pula tertipu dengan teknologi dan ke"modern"an, dimana hanya orang yang punya predikat dokter yang sanggup mengobati segala macam penyakit yang dideritanya. Tanpa mereka berfikir "siapa" yang memberi sakit dan mengijinkan sakit itu masuk ke dalam tubuhnya. Padahal Alloh SWT telah berfirman dalam Q.S. 36:82, "Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia".
Artinya apabila Alloh SWT menghendaki sembuh, maka sembuhlah segala macam penyakit. Karena itu adalah hal yang teramat mudah BagiNya.

Untuk itu ada benarnya apa yang terjadi pada beberapa pasien Ustadz Danu, Dimana kebaikan Akhlak dan Pertaubatan menjadi hal yang utama dalam proses penyembuhan segala penyakit.
untuk itu ada beberapa hal yang mungkin bisa kita buat untuk instropeksi diri, tentang apa yang telah kita perbuat. Yang intinya, Alloh memberikan segala sakit atau ujian itu adalah supaya membuat diri kita ingat dan menjadi lebih baik dan lebih dekat kepada Alloh SWT.
Saudaraku semuanya, inilah beberapa penyakit yang sering dialami, namun semua itu Insyaalloh bisa disembuhkan berdasarkan ilmu dan pengalaman dari ustad Danu, mudah-mudahan bermanfaat.


1. Hernia Pada Bayi/Anak Kecil
Dibawah perut ada lubang kecil, salah satunya ada yang sobek. Ini terjadi biasanya karena orang tua (salah satu dari suami/isteri) punya keinginan yang kuat/keras kepala/kaku. Hernia ini mudah sembuh sebab elastis.
Solusinya :
  • bayi ditidurkan pada posisi terlentang
  • minta kesembuhan & ampunan pada Allah
  • memperbanyak sholat tahajud (dengan tidak meninggalkan sholat wajib)

2. Tidak Bisa Jalan karena Lutut Kiri Bengkak & Tangan Kanan Bagian Atas Sakit (cekot2…bhs jawanya)
Untuk lutut kiri, biasanya berhubungan dengan pekerjaan di rumah yang ingin dilakukan, tapi takut menyatakan dengan terus terang. Untuk tangan kanan yang sakit, biasanya jika menyuruh orang (baik itu pada keluarga sendiri/orang lain) untuk melakukan suatu pekerjaan sering dengan emosi/marah.
Solusinya :
  • mohon ampunan banyak-banyak pada Allah
  • berjanji merubah tabiat/perilaku
  • tidak meninggalkan sholat wajib, + sholat tahajut

3. Gatal-gatal
Lymphanya tidak bagus. Biasanya problem ini akan muncul karena keinginan yang sangat kuat khususnya dalam situasi rumah tangga/keluarga.
Solusinya:
  • banyak-banyak istighfar, dan mengubah sikap
  • tidak meninggalkan sholat wajib

4. Gondok
Biasanya ini keinginan bicara yang “ingin menang sendiri”, tapi karena takut bicara, maka kelenjar thyroid membengkak.
Solusinya:
  • banyak-banyak mohon ampun/istighfar pada Allah
  • sholat wajib tidak boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud
  • mohon kesembuhan dari Allah

5. Kanker Rahim (stadium 3)
(jika bermasalah dengan hal yang berhubungan dengan “rahim/indung telur” biasanya ini menyangkut masalah terhadap orangtua, khususnya dengan IBU). Untuk kanker rahim ini, biasanya muncul karena keseringan emosi/suka marah2/jengkel khususnya pada keluarga (anak2/suami/isteri/ibu kandung), namun disimpan saja.
Solusinya :
  • minta maaf pada orang-orang yang disakiti
  • belajar untuk tidak marah-marah
  • bertobat pada Allah & mohon kesembuhannya
  • sholat wajib & tahajud.

6. Kelainan Jantung.
Klep-nya bocor/terbuka. Biasanya ini dikarenakan sering menyimpan “emosi” yang kuat.
Solusinya : seperti pada no. 4

7. Sakit Kuning
Ini empedunya bermasalah. Biasanya karena terlalu banyak ngomong sehingga cenderung menyakiti orang lain.
Solusinya : seperti pada no. 4

8. Sakit Lever
Biasanya punya dendam yang masih tersimpan.
Solusinya :
  • hilangkan dendam terlebih dahulu
  • memaafkan orang yg dianggap bersalah
  • solusi pada no.4

9. Pengapuran di Tulang Belakang & Kaki Kiri Bawah Lutut & Pinggang Sakit
Biasanya sering marah-marah/jengkel yang disimpan dan sering berobat ke dukun/paranormal.
Solusinya :
  • harus mengubah sikap
  • kalau marah-marah harus segera istighfar, dan sebaliknya memaafkan orang-orang yang menjengkelkan/membuatnya marah
  • solusi no.4

10. Sakit Ginjal (sudah 10 tahun)
Biasanya ini sering marah-marah pada isteri/suami/keluarga
Solusinya : solusi no. 4

11. Keluar Darah dari Hidung (Baik ini dikarenakan oleh polip maupun tumor)
Biasanya ini berhubungan dengan “emosi” yang berkenaan dengan lingkungan (penciuman), misalnya karena tidak menyukai sesuatu, maka emosi.
Solusinya : solusi no. 4

12. Pusing/Migraine yang Hebat
Biasanya punya pikiran banyak dan sering su’udzon (negative thinking).
Solusinya : solusi no. 4

13. Komplikasi.
(asam lambung tinggi, hati gelisah susah tidur sehingga harus menggunakan obat tidur). Biasanya karena banyak masalah, misalnya memikirkan anak-anak, kangen dengan anak yang jauh, dsb.
Solusinya :
  • banyak-banyak bersyukur pada Allah
  • minta maaf pada semuanya (keluarga & orang lain yang disakiti)
  • solusi no.4

14. Herpes (di pinggang setengah lingkar sebelah kiri) & Ginjal Sebelah Kiri Ada Kista
Secara kedokteran memang penyebab Herpes adalah virus. Namun ini berhubungan dengan permasalahan dalam keluarga. Dalam “cara melihat” permasalahan dalam keluarga, disikapi dengan kejengkelan/kekecewaan/amarah yang dipendam, dan terus menerus.
Solusinya :
  • belajar memahami masalah, dimusyawarahkan
  • solusi no.4

15. Bau Mulut.
Penyebabnya, jarang bicara. Jadi bakteri dalam mulut terus bekerja, sedang Oksigen tidak leluasa bekerja dengan baik. Biasanya mempunyai sifat yang bicaranya tidak enak/suka bikin tersinggung/menyakiti/asbun.
Solusinya : banyak-banyak istighfar & solusi no. 4

16. Bau Badan.
Biasanya orang ini gampang tersinggung, kalau dinasihati langsung “nyerang”, dan malas!
Solusinya :
  • jangan malas untuk mandi/membersihkan diri.
  • solusi no.4

17. Benjolan di Leher (sebesar telur puyuh, dan sudah 6tahun); Mata Rabun; Ada benjolan di kemaluan.
Biasanya jarang bicara, tapi sekali bicara pedas. Ketika dulu, kalau ada kata/perlakuan yang tidak baik, disimpan saja, sehingga kelenjar thyroid membesar yang akhirnya menjadi benjolan besar.
Solusinya :
  • segala sesuatu harus disikapi dengan sabar
  • sifat yg takut bicara harus dirubah, ajak musyawarah
  • jangan merasa paling benar
  • hrs lemah lembut
  • solusi no.4 
Selamat Mencoba 
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Jazakumulloh..